Tampilkan postingan dengan label Jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jerman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Nicht Trennbare Verben

Dalam postingan terdahulu, sudah dijelaskan mengenai trennbare Verben.Yaitu kata kerja yang memiliki prefix dan memiliki arti yang bisa sama atau berbeda dengan kata kerja tanpa prefix tersebut.

Ada sejumlah kata kerja yang memiliki prefix, tetapi bukan trennbare Verben. Sehingga penulisannya juga tidak dipisah.Misalnya kata bekommen = mendapat.

Contoh kalimat :
Ich komme aus Indonesien. (Saya datang dari Indonesia)
Ich bekomme viele Geschenke. (Saya mendapat banyak kado)
Der Bus kommt um 9 Uhr an. (Bis tiba jam 9).

Kata kerja yang memiliki prefix dibawah ini berarti Nicht trennbare Verben :
be-, emp-, ent-, er-, ge-, miss-, ver-, zer-.

Contoh :
bekommen = to get, mendapat
empfangen = to receive, menerima
entscheiden = to decide, memutuskan
erledigen = to finish, menyelesaikan
gewinnen = to win, memenangkan
missbrauchen = to misuse, salah pakai
verstehen = to understand, mengerti
zerbrechen = to break, memecahkan


http://www.lesbahasajerman.com/2011_02_01_archive.html
Read More..

Trennbar atau Nicht Trennbar?????

Sejumlah prefix bisa membuat bingung, apakah kata kerja ini termasuk trennbar atau nicht trennbar. Karena memang mereka bisa digunakan dalam dua hal tersebut.
Kata kerja yang memiliki prefix ini bisa trennbare, bisa juga nicht trennbare :
durch-, hinter-, über-, um-, unter-, voll-, wider-, wieder-.

Kata kerja tersebut termasuk Trennbarverben jika memiliki arti yang konkrit. Contoh :

Tolles Mikroskop, hast du schon durchgeschaut?
= Mikroskop yang hebat, apakah kamu sudah memeriksanya?
Mikroskop adalah benda yang konkrit, karena bisa kita lihat.

Kata kerja tersebut termasuk Nicht trennbare Verben jika memiliki arti yang abstrak.
Ich habe deine Lügen sofort durchschaut.
= Saya sudah mengetahui kebohonganmu.
Lügen berarti bohong, sesuatu yang abstrak


http://www.lesbahasajerman.com/2011/02/trennbar-atau-nicht-trennbar.html
Read More..

Kamis, 26 Januari 2012

Belajar Bahasa Jerman

Belajar Bahasa Jerman dengan cepat ada tekniknya. Dengan tulisan belajar bahasa Jerman ini bukan berarti saya mahir bahasa Jerman tetapi karena keinginan kuat untuk menguasai bahasa Jerman yang aduhai. Tulisan ini lebih ditujukan untuk menyemangati penulis untuk belajar bahasa jerman supaya cepat lancar dalam berbicara.
Saking semangatnya ingin lancar berbahasa Jerman saya mengambil kursus 3x seminggu. Hanya ada dua orang doktorand FZK nekat, saya dan alexander dari rusia yang mengambil kursus di bahasa 3x seminggu di Uni-karlsruhe. Semester depan kami berdua mau mengikuti kursus 4x seminggu. Temen kami Helene dan Sonderin dari Perancis sampe geleng2 melihat semangat saya dan alex (mungkin juga ketawa dalam hati). Elen dan Sondrin adalah mahasiswa S1, bahasa mereka lebih baik dari saya dan alex, mungkin karena saya dan alex sudah berumur 30 tahun jadi susah menyesuaikan bahasa baru. Ah biarin aja kata orang, belajar tidak ada batasan umur.
Saya dulu pernah kuliah bahasa inggris 2 tahun di EEC Sanata Dharma jadi sedikit banyak mengetahui bagaimana cara belajar bahasa. Teorinya memang gampang diomongin tapi untuk prakteknya membutuhkan kemauan yang kuat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam belajar bahasa jerman atau belajar bahasa asing secara umum adalah:
1. Membiasakan diri untuk setiap hari mendengarkan bahasa tersebut.
Untuk hal ini bagi saya bukan masalah karena setiap hari temen seinstitut saya selalu ngoceh dalam bahasa Jerman. Selain itu radio juga bisa dijadikan sarana mendengar yang baik. Salah satu radio di Jerman dapat diklik di sini. (Kalau yang baca di Indonesia dicoba ya, kasih komentar bisa gak web radio tsb). Dengan mendengarkan setiap hari maka telinga kita akan terbiasa dengan kata-kata yang diucapkan penutur asli. Memang paling bagus untuk belajar bahasa jerman adalah dengan homestay di salah satu kota di jerman, tetapi mendengarkan radio setiap hari setidaknya akan mempercepat proses belajar kita.
2. Menghapal kosa-kata baru
Menghapal dan memakai kosakata baru dalam kalimat setiap hari harus dipaksakan kalau ingin kemampuan bahasa meniingkat tajam. Dulu waktu kuliah di EEC dipaksakan untuk hapal mati 3000 kosakata baru dalam kuliah vocab A dan 3000 kosakata untuk kuliah vocab B. Sekarang 20 kata sehari saja sudah ngos2an. 1000 kosakata jerman paling populer bisa di klik di sini. Kebiasaan membaca juga akan menambah kosakata baru. Membaca koran dan majalah cukup membantu. Untuk mendapatkannya sekarang sudah sangat gampang melalui internet. List koran yang berbahasa jerman dapat di lihat di sini
3. Latihan bicara
Belajar bahasa secara natural adalah seperti bayi, dari belajar mendengar, mengerti dan lama-lama berbicara setelah mengenal kata dan bisa merangkai kata. Belajar bahasa dari pasif kemudian menjadi aktif. Saat ini aku sudah banyak mengerti saat mendengarkan radio dan teman-teman berbicara walaupun belum total semuanya. Dengan terus melatih diri perkembangan penguasaan bahasa akan meningkat. Sayangnya belajar bahasa kedua bukan seperti belajar naek sepeda yang kalau sudah bisa walaupun tidak dipakai lama tetap bisa lancar lagi beberapa saat. Bahasa tidak demikian, harus terus menerus dipergunakan supaya tidak lupa kecuali bahasa pertama kita tidak mungkin terlupa.
4. Berpikir langsung dalam bahasa yang kita pelajari
Seharusnya kita tidak melakukan translating dari bahasa ibu kita ke bahasa kedua kita. Kosakata dalam bahasa indonesia yang kita kuasai jauh lebih banyak daripada kosakata bahasa kedua kita. Untuk itu kita akan kesulitan menemukan padanan kata-kata bahasa indonesia ke bahasa kedua tersebut. Untuk itu seharusnya berpikir langsung dalam bahasa kedua tersebut.
5. Pada saat menghapalkan dan latihan, perhatikan pronounciation yang benar, karena sekali salah akan terbawa-bawa terus. Jadi sebaiknya saat liat kamus cara bacanya harus dipelajari dan diingat. Kebetulan pronounciation bahasa Jerman lebih mirip bahasa indonesia jadi tidak terlalu masalah.
6. Belajar bahasa akan lebih baik dengan situasi menyenangkan seperti menonton film, mendengarkan musik dan berbagai hal menyenangkan lainya. Mendownload lagu beserta liriknya akan sangat membantu.
7. Mempelajari kesalahan umum dalam mempelajari bahasa
Untuk belajar bahasa harus mengerti kesalahan-kesalahan apa yang umum dilakukan. Dan lebih penting lagi adalah mengerti bagaimana teknik yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik kita dalam belajar bahasa.
Kesalahan yang umum dilakukan dalam mempelajari bahasa jerman adalah sebagai berikut:
- Artikel, 3 buah artikel untuk benda der, die dan das memang sangat membingungkan karena hampir tidak mempunyai pola walaupun beberapa dapat dicari-cari polanya seperti akhiran ung kebanyakan memakai die. Cara yang paling manjur adalah menghapal kata benda sekaligus artikenya. Jadi kalo melihat kamus langsung liat artikelnya dan dihapal bersama.
- Penggunaan dativ, akkusatif, genitif memang sering mempuat bingung jadi banyak kesalahan pada kasus ini.
- Urutan kata, Jerman mempunyai struktur ayng lebih fleksibel dari inggris, ini sering membingungkan pemula seperti saya
- Preposisi memang selalu membuat bingung dalam bahasa apapun. Untuk itu perhatian khusus diperlukan dalam mempelajari preposisi
- Haben dan sein dalam present dan past perfect
Untuk belajar bahasa jerman bisa dilakukan secara otodidak dari internet walaupun saya menyarankan untuk mengambil kursus sampai minimal A1 dulu baru belajar secara mandiri. Belajar bahasa jerman online bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya tentang persiapan bahasa bisa diklik di sini. Untuk kamus online bisa diklik dibawab ini
- LEO: lengkap dengan artikel cocok untuk nomen
- Woxikon: lengkap dengan pembentukan kata, cocok untuk verben
Dengan menguasai berbagai bahasa akan membuat kita mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan kerja maupun beasiswa luar negeri. Mari belajar bahasa asing, karena belajar bahasa tidak ada ruginya.
Semoga semangat belajar bahasa jerman terutama untuk penulis terus terjaga sehingga dengan cepat dapat berkomunikasi dengan bahasa jerman.





http://dhidik.wordpress.com/2009/05/24/belajar-bahasa-jerman/
Read More..

Belajar Membaca Tulisan Bahasa Jerman

Dalam pembelajaran bahasa khususnya bahasa Jerman, terdapat empat keterampilan yang harus dikuasai oleh seseorang pembelajar Bahasa Jerman. Keempat keterampilan itu adalah, keterampilan membaca (Lesefertigkeit), berbicara (Sprechfertigkeit), menyimak (Hörfertigkeit), dan menulis (Schreibfertigkeit).
Tidak begitu sulit Membaca Tulisan Bahasa Jerman
Sebagian besar kata atau kalimat bahasa Jerman dibaca sesuai dengan apa yang tertera pada tulisannya. Untuk lebih jelasnya penulis akan menerangkan dan memberikan contoh cara membaca tulisan bahasa Jerman.
Huruf abjad dalam bahasa Jerman
Aa Be Ce De Ee eF Ge Ha Ii Jot Ka eL eM eN Oo Pe Qu eR eS Te Uu Vau We iX Ypsilon Zet Ääa-umlaut Üüu-umlaut Öőo-umlaut βEsZet
Belajar Membaca Tulisan Bahasa Jerman – Tidak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Hanya yang berhuruf tebal saja yang berbeda. Itu pun berbeda pengucapan hurufnya, tapi bila sudah ada di dalam kata, bunyinya akan sama dengan bahasa Indonesia

Contoh:
Qualität – dibaca: kualitet
variabel – dibaca: fariabel
Januar – dibaca: Yanuar
Wolf – dibaca: Volf
Zebra – dibaca: Tsebra
Typ – dibaca: tüp (ü lihat penjelasan di bawah)
Tapi ada tambahan huruf lagi dalam bahasa Jerman, yaitu umlaut:
ä (a umlaut), biasa juga ditulis dengan ae
ö (o umlaut), biasa juga ditulis dengan oe
ü (u umlaut), biasa juga ditulis dengan ue
Nah ini yang susah. Susah untuk menuliskan bagaimana ketiga huruf umlaut itu dibaca. Harus mendengar dan melihat langsung. Tapi kira-kira begini:
ä – pengucapannya mirip dengan pengucapan e
ö – pengucapannya antara mengucapkan o dan u (mulutnya mancung ya…)
ü – pengucapannya antara mengucapkan u dan e (mulutnya mancung ya…)
Masih ada satu huruf lagi: ß (eszett). Ini cara membacanya gampang. Jangan panik dulu melihat bentuknya. Membacanya seperti membaca huruf s yang ‘tajam/tebal’ atau double s – ss.
Contoh: Grüßen dibaca: Gruessen.
Lalu ada lagi gabungan beberapa huruf yang sering dipakai dalam Bahasa Jerman:
äu – dibaca oi/oy
ch – dibaca kh tebal
ck – dibaca k
ei – dibaca ai
eu – dibaca oi/oy
ie – dibaca i panjang
sp, st – bila diawal kata dibaca dengan s seperti syin atau sh atau sy; bila ditengah dibaca tipis seperti biasa
sch – membacanya juga seperti s pada syin atau sh atau sy.
Masih ada lagi beberapa huruf yang sering ditulis berdekatan. Tapi cara membacanya biasa saja seperti bahasa Indonesia.
Misalnya: Pf dalam Pfau (merak) dibaca Pfau seperti biasa.
Kasus lain:
– pengucapan huruf h. Bila huruf h terdapat di tengah kata, maka h ‘tidak dibaca’, tapi membaca a nya agak panjang aa.
Contoh: Mahnung – dibaca Manung.
- pengucapan huruf s. Bila huruf s diikuti vokal, maka dibaca z.
Contoh: Sonne – dibaca Zonne
- -ig. Bila ig terletak di akhir kata, maka dibaca ih.
Contoh: billig – dibaca billih
Sebetulnya masih ada lagi, yaitu akhiran -en, pada kata kerja bentuk dasar bahasa Jerman. Akhiran -en, ini biasanya ***capkan tak jelas.
Misalnya: machen – dibaca: mach‘n
Demikian dasar-dasar cara membaca satuan terkecil kata dalam bahasa Jerman. Mudah-mudahan tidak ada yang tertinggal.
Satu catatan: Pada kenyataan sehari-hari kerap terdengar ketakpersisan cara membaca/mengucapkan dari orang-orang native Jerman sekalipun. Hal ini dikarenakan- seperti juga pada semua bahasa di dunia- ‘pengucapan bahasa’ atau pronounciation memang bukanlah ilmu pasti. Ia dipengaruhi oleh dialek, tempat/lokasi, dan juga tingkat pendidikan.
Sebagai penutup berikut ada beberapa contoh sekedar untuk melengkapi:
- Michael Schumacher – dibaca: Mikhael Shumakher
- Winter – dibaca: Vinter
- Vogel – dibaca: Fogel
- Läufer – dibaca: Loyfer
- meine – dibaca: maine
- Europa – dibaca: Oyropa
- zurück – dibaca: tsuruek
- Biene – dibaca: Biine




http://abdurrazzaaq.com/tag/tutorial-belajar-bahasa-jerman
Read More..

Selasa, 24 Januari 2012

pengenalan dasar mengenai jerman



http://youtu.be/cZt9C3Nunxc
Read More..